Tak Terasa sebentar lagi kita akan meninggalkan tahun 2018, dan menyambut tahun 2019. Kalau diperhatikan dan diamati, tiap pergantian tahun selalu ada hal unik yang menyertainya.
Misalnya perayaan pergantian tahun yang dimeriahkan oleh berbagai acara. Biasanya acara musik, hiburan, dan acara acara sejenis dan biasanya dimalam puncak akan akan pesta cahaya. Tahun BaruMenyambut pergantian tahun, biasanya juga diiringi dengan berbagai harapan ditahun yang akan datang. Atau setidaknya ingin ada hal baru di tahun berikutnya.
Salah satu hal baru itu bisa jadi pekerjaan baru misalnya. Tidak sedikit orang memang yang punya pemikiran demikian. Toh tidak semua orang suka dengan hal yang itu itu saja ( monoton ).
Bisa dibilang pekerjaanku saat ini adalah pekerjaan monoton. Yang dilakukan adalah hal yang itu itu saja setiap harinya. Maka wajar bila adanya rasa bosan akan hal tersebut.
Kalo teman temanku bilang sih, itu namanya "titik jenuh", sebuah kondisi yang membuat kita malas untuk meneruskan suatu hal. Dalam hal ini maksudnya adalah pekerjaan yang monoton.
Sebenarnya aku memang ingin mencari pekerjaan baru. Namun seperti yang kita semua tau, mencari pekerjaan tidaklah semudah membalikkan telapak tangan.
Kudengar dari beberapa rekan kerjaku, bahwa mereka sudah mendapatkan pekerjaan baru katanya, untuk awal tahun nanti. Rasanya campur aduk, ada rasa senang dan sedih.
Sedih karena akan kehilangan satu rekan kerja lagi, namun senang karena temanku mendapatkan tempat kerja yang lebih baik. Meski begitu aku juga tak mau kalah dengan mereka.
Sesekali kubuka guugle dan mencari lowongan pekerjaan. Tak lupa sosial media seperti facebook, dan instagram juga kucek. Namun hasilnya masih negatif, banyaknya loker yang tersedia itu diluar kota.
Jika tidak, pasti lokasinya jauh dari tempatku menetap. Sekilas aku terpikirkan untuk merantau. "Apa ini saatnya untuk mencoba hal baru?", kataku dalam hati. Jakarta.Lalu aku teringat dengan kota Jakarta, kota paling mainsteam untuk merantau. Bisa dibilang tiap tahunnya jumlah pendatang terus bertambah ke Ibu Kota. Aku tak tau pasti berapa persen perbandingannya, yang pasti Jakarta semakin padat saat ini.
Walau begitu, aku tetap punya keinginan untuk merantau. Memang merantau tidak semudah yang terlihat. Ada beberapa hal yang harus dimiliki dalam diri untuk merantau.
Untuk itu, beberapa hari ini aku mulai mempersiapkan diriku. Hal sederhana seperti bangun pagi sendiri, mencuci baju, masak, dan berbagai hal yang dibutuhkan untuk bisa merantau aku coba persiapkan.
Aku memang tidak tau kapan aku akan merantau, dan kemana aku akan merantau nanti. Yang pasti aku harus mempersiapkan diri, siapa tau aku beruntung?.
Keberuntungan adalah bertemunya kesempatan dan peluang.
Komentar
Posting Komentar